Cara Mengisi Raport PAUD Sesuai Kurikulum Merdeka

Cara Mengisi Raport PAUD – Raport PAUD menjadi salah satu alat evaluasi yang dipakai untuk mengukur perkembangan anak usia dini (Audi) di lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Raport PAUD berbeda dengan raport sekolah dasar atau menengah, karena tidak berfokus pada nilai akademik.

Tidak hanya itu, raport PAUD juga bukan hanya untuk kepentingan administrasi, melainkan juga memberikan informasi bermanfaat bagi anak, orang tua, hingga pendidik dalam mendukung proses belajar Audi.

Adapun untuk acuan raport PAUD berdasarkan acuan Kurikulum Merdeka. Di mana kurikulum ini mengutamakan pada kebutuhan, minat, potensi anak, menghargai keunikan, keberagaman anak, hingga mengedepankan pendekatan bermain-belajar.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan cara praktis mengisi raport PAUD sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak tahun 2023.

Prinsip-Prinsip Kurikulum Merdeka pada Raport

Prinsip Prinsip Kurikulum Merdeka pada Raport

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang mengutamakan kepentingan dan hak Audi sebagai subjek belajar. Kurikulum Merdeka memiliki tiga prinsip utama, yaitu:

Berbasis Kebutuhan, Minat, dan Potensi Audi

Kurikulum Merdeka mengakomodasi kebutuhan dasar Audi, seperti kesehatan, keamanan, kasih sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri. Kurikulum Merdeka juga memperhatikan minat dan potensi Audi, seperti bakat, hobi, cita-cita, dan karakteristik belajar.

Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi Audi untuk mengeksplorasi, bereksperimen, dan menemukan hal-hal baru yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan potensinya.

Menghargai Keunikan dan Keberagaman Audi

Kurikulum Merdeka menyadari bahwa setiap Audi adalah individu yang unik dan berbeda satu sama lain. Kurikulum Merdeka menghormati perbedaan Audi dalam hal latar belakang, budaya, agama, gender, kemampuan, dan preferensi.

Kurikulum Merdeka tidak memaksakan standar yang seragam dan rigid, melainkan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi Audi.

Mengedepankan Pendekatan Bermain Belajar

Kurikulum Merdeka memandang bermain sebagai aktivitas yang alami, menyenangkan, dan bermakna bagi Audi. Kurikulum Merdeka menggunakan bermain sebagai media untuk belajar, mengembangkan, dan berinteraksi dengan lingkungan.

Kurikulum Merdeka menawarkan berbagai jenis permainan, seperti permainan fisik, permainan simbolik, permainan konstruktif, permainan aturan, dan permainan sosial.

Kurikulum Merdeka juga memberikan kesempatan bagi Audi untuk bermain secara mandiri, berpasangan, atau berkelompok.

Kompetensi dan Indikator Perkembangan Audi

Kompetensi dan Indikator Perkembangan Audi

Kurikulum Merdeka mengacu pada standar kompetensi Audi yang ditetapkan oleh BSNP. Standar kompetensi Audi adalah kriteria minimal yang harus dicapai oleh Audi dalam aspek-aspek tertentu. Standar kompetensi Audi terdiri dari lima aspek, yaitu:

Aspek Agama dan Moral

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan Audi untuk mengenal dan menghayati nilai-nilai agama dan moral yang dianutnya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kompetensi dalam aspek ini adalah: mengucapkan doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, menghormati orang tua dan guru, dan berbagi dengan teman.

Aspek Fisik

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan Audi untuk mengembangkan kesehatan, keselamatan, dan keterampilan motoriknya.

Contoh kompetensi dalam aspek ini adalah: menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengikuti aturan lalu lintas, dan melakukan gerakan dasar, seperti berjalan, lari, loncat, dll.

Aspek Kognitif

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan Audi untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan berpikirnya.

Contoh kompetensi dalam aspek ini adalah: mengenal warna, bentuk, angka, huruf, dan konsep dasar, seperti besar-kecil, panjang-pendek, dll; menyelesaikan masalah sederhana, seperti puzzle, teka-teki, dll; dan mengungkapkan ide dan pendapatnya.

Aspek Bahasa

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan Audi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan, dalam bahasa ibu, bahasa Indonesia, dan bahasa asing.

Contoh kompetensi dalam aspek ini adalah: mengucapkan kata-kata sederhana, seperti nama diri, nama benda, nama tempat, dll; mengikuti arahan dan instruksi; dan menulis huruf, angka, dan kata-kata sederhana.

Aspek Sosial Emosional

Aspek ini berkaitan dengan kemampuan Audi untuk mengembangkan kepribadian, karakter, dan keterampilan sosialnya.

Contoh kompetensi dalam aspek ini adalah: mengenal dan mengungkapkan perasaan, seperti senang, sedih, marah, dll; bersikap percaya diri, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab; dan berinteraksi dengan teman, guru, dan orang lain secara positif.

Metode Observasi dalam Mengumpulkan Data Perkembangan

Metode Observasi dalam Mengumpulkan Data Perkembangan

Salah satu cara untuk mengumpulkan data perkembangan Audi adalah dengan menggunakan metode observasi. Metode observasi adalah metode yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat perilaku atau hasil belajar Audi secara sistematis dan objektif. Metode observasi dapat dilakukan oleh pendidik, orang tua, atau Audi sendiri. Metode observasi memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

Menggambarkan Perkembangan Audi

Metode observasi dapat menangkap perkembangan Audi dalam situasi yang sebenarnya dan alami, tanpa manipulasi atau intervensi. Metode observasi juga dapat merefleksikan perkembangan Audi secara keseluruhan, tidak hanya pada aspek tertentu.

Menghormati Keunikan dan Keberagaman Audi

Metode observasi dapat menyesuaikan dengan karakteristik dan kondisi Audi, tanpa memaksakan standar yang seragam dan rigid. Metode observasi juga dapat mengakui kecepatan dan gaya belajar masing-masing Audi, tanpa membandingkan dengan Audi lain.

Mendukung Pendekatan Bermain-Belajar

Metode observasi dapat dilakukan dalam berbagai jenis permainan, baik permainan yang disediakan.

Mengikutsertakan Audi dalam Proses Penilaian dan Pelaporan

Metode observasi dapat memberikan kesempatan bagi Audi untuk berpartisipasi dalam menilai dan melaporkan perkembangannya sendiri. Metode observasi juga dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab Audi terhadap proses belajarnya.

Ada beberapa alat yang dapat digunakan untuk melakukan metode observasi, yaitu:

  • Catatan anekdot: Catatan anekdot adalah catatan singkat yang berisi deskripsi tentang perilaku atau hasil belajar Audi yang menarik, penting, atau khas. Catatan anekdot dapat mencakup waktu, tempat, situasi, dan konteks kejadian. Catatan anekdot dapat digunakan untuk menggali aspek-aspek yang tidak terlihat dari perkembangan Audi, seperti motivasi, minat, sikap, dll.
  • Portofolio: Portofolio adalah kumpulan hasil karya Audi, seperti gambar, tulisan, rekaman, foto, dll. Portofolio dapat digunakan untuk menunjukkan perkembangan Audi secara progresif, komprehensif, dan dinamis. Portofolio juga dapat digunakan untuk merefleksikan proses belajar Audi, seperti strategi, kesulitan, solusi, dll.
  • Checklist: Checklist adalah daftar yang berisi indikator-indikator perkembangan Audi yang harus dicentang atau diisi sesuai dengan tingkat pencapaian Audi. Checklist dapat digunakan untuk menilai perkembangan Audi secara kuantitatif, objektif, dan mudah. Checklist juga dapat digunakan untuk membandingkan perkembangan Audi dengan standar kompetensi yang ditetapkan.

Cara Melibatkan Orang Tua dalam Raport

Cara Melibatkan Orang Tua dalam Raport

Orang tua adalah mitra penting dalam proses penilaian dan pelaporan perkembangan Audi. Orang tua memiliki peran yang besar dalam mendukung, memfasilitasi, dan memotivasi Audi dalam belajar.

Oleh karena itu, orang tua harus dilibatkan dalam proses penilaian dan pelaporan perkembangan Audi. Ada beberapa cara untuk melibatkan orang tua dalam proses tersebut, yaitu:

Melakukan Komunikasi Rutin

Komunikasi rutin adalah komunikasi yang dilakukan secara teratur dan konsisten antara pendidik dan orang tua. Komunikasi rutin dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti telepon, pesan, email, dll. Komunikasi rutin dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang perkembangan Audi, memberikan saran atau masukan, dan menjawab pertanyaan atau keluhan.

Memberikan Umpan Balik

Umpan balik adalah tanggapan yang diberikan oleh pendidik atau orang tua terhadap perkembangan Audi. Umpan balik dapat berupa pujian, kritik, saran, atau pertanyaan. Umpan balik dapat digunakan untuk mengapresiasi, mengoreksi, atau mengarahkan perkembangan Audi. Umpan balik harus diberikan secara tepat, jujur, dan konstruktif.

Mengadakan Pertemuan Orang Tua

Pertemuan orang tua adalah pertemuan yang dilakukan secara tatap muka antara pendidik dan orang tua. Pertemuan orang tua dapat dilakukan secara berkala, misalnya setiap semester, atau sesuai dengan kebutuhan, misalnya jika ada masalah atau kejadian khusus. Pertemuan orang tua dapat digunakan untuk membahas perkembangan Audi secara mendalam, menyampaikan raport PAUD, dan merencanakan program atau kegiatan yang mendukung perkembangan Audi.

Cara Menghindari Labelisasi dan Perbandingan Antar Audi

Cara Menghindari Labelisasi dan Perbandingan Antar Audi

Labelisasi dan perbandingan antar Audi adalah hal yang harus dihindari dalam proses penilaian dan pelaporan perkembangan Audi. Labelisasi adalah pemberian cap atau sebutan tertentu kepada Audi berdasarkan karakteristik atau kemampuannya.

Perbandingan adalah pembandingan antara Audi dengan Audi lain atau dengan standar tertentu. Labelisasi dan perbandingan dapat berdampak negatif bagi perkembangan Audi, seperti menurunkan rasa percaya diri, menimbulkan rasa iri, atau menghambat potensi. Ada beberapa cara untuk menghindari labelisasi dan perbandingan antar Audi, yaitu:

Menghormati Kecepatan dan Gaya Belajar

Setiap Audi memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda-beda. Ada Audi yang belajar lebih cepat atau lebih lambat dari Audi lain. Ada Audi yang belajar lebih baik dengan melihat, mendengar, atau melakukan. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua harus menghormati kecepatan dan gaya belajar masing-masing Audi, tanpa memaksa atau mengejeknya.

Mengakui Keberhasilan dan Kemajuan

Setiap Audi memiliki keberhasilan dan kemajuan yang berbeda-beda. Ada Audi yang berhasil mencapai kompetensi tertentu, ada Audi yang berhasil meningkatkan kemampuannya, ada Audi yang berhasil mengatasi kesulitannya. Oleh karena itu, pendidik dan orang tua harus mengakui keberhasilan dan kemajuan masing-masing Audi, tanpa mengabaikan atau meremehkannya.

Cara Memakai Bahasa Positif di Raport PAUD

Cara Memakai Bahasa Positif di Raport PAUD

Bahasa positif adalah bahasa yang digunakan untuk menyampaikan informasi tentang perkembangan Audi secara jelas, santun, dan menggambarkan kemampuan Audi secara nyata. Bahasa positif dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Audi, seperti meningkatkan rasa percaya diri, motivasi, dan kebanggaan.

Bahasa positif juga dapat memberikan dampak positif bagi hubungan antara pendidik, orang tua, dan Audi, seperti meningkatkan rasa hormat, kerjasama, dan keterbukaan. Ada beberapa cara untuk menggunakan bahasa positif dalam menulis raport PAUD, yaitu:

Menggunakan kalimat yang jelas

Kalimat yang jelas adalah kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca, tanpa menimbulkan keraguan atau kebingungan. Kalimat yang jelas dapat dicapai dengan menggunakan kata-kata yang sederhana, tepat, dan konsisten. Kalimat yang jelas juga dapat dicapai dengan menggunakan tanda baca, ejaan, dan tata bahasa yang benar.

Menggunakan Kalimat Santun

Kalimat yang santun adalah kalimat yang menyampaikan informasi dengan cara yang sopan, ramah, dan menghargai. Kalimat yang santun dapat dicapai dengan menggunakan kata-kata yang bersifat positif, netral, atau penguat. Kalimat yang santun juga dapat dicapai dengan menghindari kata-kata yang bersifat negatif, kasar, atau mengecilkan.

Menggunakan Kalimat Nyata

Kalimat yang menggambarkan kemampuan Audi secara nyata adalah kalimat yang memberikan gambaran yang konkret dan spesifik tentang apa yang dapat dilakukan oleh Audi. Kalimat yang menggambarkan kemampuan Audi secara nyata dapat dicapai dengan menggunakan kata-kata yang berdasarkan fakta, bukti, atau contoh.

Kalimat yang menggambarkan kemampuan Audi secara nyata juga dapat dicapai dengan menghindari kata-kata yang berdasarkan asumsi, opini, atau generalisasi.

Cara Menyertakan Pengalaman dan Prestasi

Cara Menyertakan Pengalaman dan Prestasi

Pengalaman dan prestasi Audi adalah hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan, karya, atau partisipasi Audi yang relevan dengan kompetensi dan indikator yang dinilai. Pengalaman dan prestasi Audi dapat memberikan nilai tambah bagi raport PAUD, karena dapat menunjukkan bahwa Audi tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas.

Pengalaman dan prestasi Audi juga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap dan menarik tentang perkembangan Audi. Ada beberapa cara untuk menyertakan pengalaman dan prestasi Audi dalam raport PAUD, yaitu:

Memberikan contoh karya yang dibuat oleh Audi

Contoh karya adalah karya yang dibuat oleh Audi, baik secara individu maupun kelompok, yang berkaitan dengan kompetensi dan indikator yang dinilai. Contoh karya dapat berupa karya seni, seperti gambar, lukisan, atau kerajinan, atau karya ilmiah, seperti proyek, eksperimen, atau laporan.

Memberikan contoh partisipasi yang ditunjukkan oleh Audi

Contoh partisipasi adalah partisipasi yang ditunjukkan oleh Audi, baik secara individu maupun kelompok, yang berkaitan dengan kompetensi dan indikator yang dinilai. Contoh partisipasi dapat berupa partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, musik, atau pramuka, atau partisipasi dalam kegiatan sosial, seperti bakti sosial, penggalangan dana, atau kampanye lingkungan.

Tips Mempertimbangkan Aspek Sikap dan Perilaku Audi

Tips Mempertimbangkan Aspek Sikap dan Perilaku Audi

Aspek sikap dan perilaku Audi adalah aspek yang berkaitan dengan cara Audi bersikap dan berperilaku terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Aspek sikap dan perilaku Audi dapat mencerminkan karakter, nilai, dan norma yang dimiliki oleh Audi.

Aspek sikap dan perilaku Audi juga dapat mempengaruhi proses belajar dan perkembangan Audi. Oleh karena itu, aspek sikap dan perilaku Audi harus dipertimbangkan dalam raport PAUD. Ada beberapa cara untuk mempertimbangkan aspek sikap dan perilaku Audi dalam raport PAUD, yaitu:

Mengamati dan Mencatat Sikap Audi

Karakter positif adalah karakter yang memiliki nilai-nilai moral dan etika yang baik, seperti jujur, mandiri, kreatif, bertanggung jawab, dll. Sikap dan perilaku Audi yang menunjukkan karakter positif dapat diamati dan dicatat dalam berbagai situasi, seperti saat belajar, bermain, atau berinteraksi dengan orang lain.

Mengamati Perilaku Audi

Sikap dan perilaku Audi yang memerlukan perbaikan atau bimbingan adalah sikap dan perilaku yang kurang sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika yang baik, seperti tidak jujur, malas, mencontek, tidak sopan, dll.

Sikap dan perilaku Audi yang memerlukan perbaikan atau bimbingan dapat diamati dan dicatat dalam berbagai situasi, seperti saat menghadapi masalah, kesulitan, atau konflik.

Memberikan Saran atau Rencana

Saran atau rencana tindak lanjut adalah usulan atau langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh pendidik, orang tua, atau Audi sendiri untuk meningkatkan sikap dan perilaku Audi.

Saran atau rencana tindak lanjut dapat berupa penguatan, penghargaan, atau pengembangan untuk sikap dan perilaku Audi yang positif, atau koreksi, teguran, atau bantuan untuk sikap dan perilaku Audi yang negatif.

Kumpulan Gambar Mewarnai PAUD:

Gambar Tempat Rekreasi Untuk Mewarnai Anak TK dan PAUDCara Menggambar Gajah untuk Anak TK/PAUD
Gambar Mewarnai Kupu-Kupu Untuk Anak PAUDGambar Mewarnai Boba Terbaru Untuk Anak PAUD

Kesimpulan

Demikianlah cara mengisi raport PAUD sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Raport PAUD adalah alat evaluasi yang penting untuk mengukur perkembangan Audi secara holistik dan menyampaikannya kepada orang tua dan Audi sendiri.

Raport PAUD harus dibuat dan diisi dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, yaitu berbasis kebutuhan, minat, dan potensi Audi, menghargai keunikan dan keberagaman Audi, dan mengedepankan pendekatan bermain-belajar.

Lanjut baca: 40 Gambar Tempat Rekreasi Untuk Mewarnai Anak TK dan PAUD

Kami berharap panduan ini dapat membantu kamu dalam membuat dan mengisi raport PAUD yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Jika kamu memiliki pertanyaan, saran, atau masukan, silahkan hubungi kami melalui email atau telepon. Kami akan dengan senang hati membantu kamu. Terima kasih. 

Bagikan:

Setyawan

Seorang pengajar yang sudah berpengalaman 15 tahun dalam dunia pendidikan.