Bustanul Athfal Adalah, Sejarah, Visi dan Misi

Bustanul Athfal Adalah – Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan moral anak.

Menurut data UNESCO, terdapat sekitar 175 juta anak di dunia yang tidak mengikuti PAUD, dan sebagian besar berasal dari negara-negara berkembang.

Padahal, PAUD dapat memberikan manfaat bagi anak, seperti meningkatkan kesiapan belajar, kesehatan, kesejahteraan, dan keterampilan hidup.

Di Indonesia, salah satu organisasi perempuan yang telah berperan aktif dalam mengembangkan PAUD adalah Aisyiyah. Aisyiyah adalah organisasi perempuan pertama yang mendirikan lembaga PAUD di Indonesia pada tahun 1919 dengan nama Frobel School atau TK Aisyiyah Bustanul Athfal.

Nama Bustanul Athfal sendiri berarti taman anak-anak, yang mencerminkan konsep pendidikan yang menyenangkan, menyayangi, dan menghargai anak.

Apa itu Bustanul Athfal? Bagaimana sejarah, visi, dan kontribusinya bagi pendidikan anak usia dini di Indonesia? Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang lembaga PAUD Aisyiyah yang telah berdiri selama lebih dari satu abad ini.

Bustanul Athfal Adalah

Bustanul Athfal Adalah

Bustanul Athfal adalah lembaga PAUD Aisyiyah yang telah berdiri selama lebih dari satu abad. Lembaga PAUD Aisyiyah memiliki sejarah yang panjang dan mulia, visi yang jelas dan mulia, dan kontribusi yang besar dan berarti bagi pendidikan anak usia dini dan kemajuan harkat dan martabat perempuan Indonesia.

Sejarah Bustanul Athfal

Sejarah Bustanul Athfal

Bustanul Athfal berawal dari inisiatif Nyai Ahmad Dahlan, istri dari pendiri Muhammadiyah, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan anak-anak, khususnya anak perempuan.

Pada tahun 1914, Nyai Ahmad Dahlan mendirikan perkumpulan Wal’ Ashri, yang merupakan cikal bakal dari Aisyiyah. Perkumpulan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan agama, budi pekerti, dan keterampilan kepada anak-anak perempuan.

Pada tahun 1916, Nyai Ahmad Dahlan mengembangkan perkumpulan Wal’ Ashri menjadi Maghribi School, yang merupakan sekolah sore hari untuk anak-anak perempuan yang tidak bisa mengikuti sekolah formal. Sekolah ini mengajarkan baca tulis, hitung, bahasa Arab, dan ilmu agama.

Pada tahun 1918, Nyai Ahmad Dahlan mendirikan Sapa Tresna, yang merupakan sekolah minggu untuk anak-anak perempuan dan laki-laki. Sekolah ini mengajarkan dasar-dasar agama Islam, seperti baca Al-Quran, shalat, puasa, dan zakat.

Sekolah ini juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak, seperti bermain, bernyanyi, dan berolahraga.

Pada tahun 1919, Nyai Ahmad Dahlan bersama dengan para pengurus Aisyiyah mendirikan Frobel School atau TK Aisyiyah Bustanul Athfal, yang merupakan lembaga PAUD pertama di Indonesia.

Lembaga ini mengadopsi metode Frobel, yang merupakan metode pendidikan anak usia dini yang dikembangkan oleh Friedrich Frobel, seorang pendidik Jerman. Metode ini menekankan pada pengembangan potensi anak melalui kegiatan bermain yang kreatif dan edukatif.

Sejak saat itu, lembaga PAUD Aisyiyah ini terus berkembang dan menjadi bagian dari amal usaha Aisyiyah.

Lembaga PAUD Aisyiyah ini juga menjadi salah satu lembaga PAUD yang diakui oleh pemerintah dan mendapatkan bantuan dana dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1974.

Visi dan Misi Bustanul Athfal

Visi dan Misi Bustanul Athfal

Bustanul Athfal memiliki visi dan misi yang sesuai dengan nilai-nilai Aisyiyah, yaitu menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa Islami. Untuk mencapai visi dan misi tersebut, lembaga PAUD Aisyiyah ini mengembangkan kurikulum dan metode pendidikan yang holistik, integratif, dan inklusif.

Kurikulum Bustanul Athfal mencakup enam aspek perkembangan anak, yaitu agama dan moral, kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial emosional, dan seni.

Kurikulum ini juga mengacu pada standar nasional PAUD yang ditetapkan oleh pemerintah.

Metode lembaga PAUD Aisyiyah ini mengutamakan pendekatan bermain, yang merupakan cara alami bagi anak untuk belajar dan berkembang.

Metode ini juga menghargai keunikan, kebebasan, dan kreativitas anak, serta melibatkan partisipasi orang tua dan masyarakat.

Lembaga PAUD Aisyiyah ini juga menerapkan pendidikan inklusif, yang berarti menerima dan menghormati perbedaan yang ada di antara anak-anak, baik dalam hal fisik, mental, sosial, budaya, maupun agama.

Lanjut baca: Cara Membuat RPPH PAUD yang Menarik dan Efektif

Bustanul Athfal berusaha memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal.

Kontribusi Bustanul Athfal

Kontribusi Bustanul Athfal

Bustanul Athfal tidak hanya berkontribusi bagi pendidikan anak usia dini, tetapi juga bagi kemajuan harkat dan martabat perempuan Indonesia. Hal ini karena lembaga PAUD Aisyiyah merupakan salah satu lembaga PAUD yang didirikan dan dikelola oleh perempuan, yaitu Aisyiyah.

Aisyiyah sendiri adalah organisasi perempuan yang memiliki peran penting dalam sejarah pergerakan perempuan Indonesia, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan keagamaan.

Bustanul Athfal menjadi salah satu wadah bagi perempuan untuk mengembangkan diri, baik sebagai pendidik, pengurus, maupun penggiat PAUD. Lembaga PAUD Aisyiyah ini juga menjadi salah satu sarana bagi perempuan untuk memberdayakan diri, baik secara ekonomi, sosial, maupun politik.

Baca juga: 5 Cara Mengecek NPSN PAUD Secara Online 2024

Bustanul Athfal juga menjadi salah satu media bagi perempuan untuk menyuarakan aspirasi, hak, dan kepentingan mereka, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Beberapa contoh kegiatan, program, atau prestasi yang telah dilakukan oleh Bustanul Athfal dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan keagamaan adalah sebagai berikut:

  • Telah mendirikan lebih dari 10.000 unit PAUD di seluruh Indonesia, yang tersebar di 34 provinsi dan 440 kabupaten/kota.
  • Memberikan bantuan pendidikan bagi lebih dari 300.000 anak, terutama anak-anak dari keluarga miskin, anak-anak berkebutuhan khusus, anak-anak korban bencana, dan anak-anak terpencil.
  • Menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi lebih dari 50.000 guru dan pengurus PAUD, baik di tingkat pusat, daerah, maupun cabang.
  • Mengembangkan berbagai inovasi dan kreativitas dalam bidang PAUD, seperti pengembangan buku-buku, alat-alat permainan, media pembelajaran, dan modul-modul kurikulum PAUD.
  • Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun lembaga internasional, dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan PAUD.
  • Mengikuti dan meraih berbagai penghargaan dan apresiasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, dalam bidang PAUD.

Kesimpulan

Dengan demikian, lembaga PAUD Aisyiyah ini layak mendapatkan dukungan, partisipasi, dan apresiasi dari seluruh elemen bangsa, terutama para orang tua, guru, dan penggiat PAUD.

Bustanul Athfal juga perlu terus berinovasi, berkreativitas, dan bersinergi dengan berbagai pihak, agar dapat memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan bermakna bagi anak-anak Indonesia.

Baca juga: 25 Gambar Mewarnai Boba Terbaru Untuk Anak PAUD, TK, & SD

Mari kita bersama-sama mendukung, berpartisipasi, dan mengapresiasi lembaga PAUD Aisyiyah ini sebagai salah satu lembaga PAUD yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia.

Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan mengembangkan lembaga PAUD Aisyiyah ini sebagai taman anak-anak yang menyenangkan, menyayangi, dan menghargai anak.

Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa Islami melalui Bustanul Athfal.

Bagikan:

Setyawan

Seorang pengajar yang sudah berpengalaman 15 tahun dalam dunia pendidikan.